Pengamatan Dan Pengukuran Sel

Sitologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji tentang sel, termasuk bentuk, susunan dan sifat-sifat fisik maupun kimia sel. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada abad ke- 17, melalui pengamatan irisan gabus, Quercus suber di bawah mikroskop. Teori sel yang dikemukakan oleh M.J. Schleiden (untuk tumbuhan) dan T. Schwann (untuk hewan) menyatakan bahwa Semua organisme terdiri dari sel atau sel-sel serta zat yang dihasilkan oleh sel. Sel merupakan unit struktural dan fungsional dari organisme.

Bentuk sel bermacam-macam antara lain seperti kubus, peluru, prisma, silindris ataupun memanjang. Panjang sel berkisar 0,01 – 0,1 mm atau 10 – 100 mikron, tetapi ada yang mencapai panjang sampai 25 cm atau lebih.
Adanya dinding sel merupakan karakteristik dari sel tumbuhan. Dinding sel berfungsi memberikan bentuk pada sel dan melindungi isi sel. Sel yang masih muda mempunyai dinding yang relatif tipis. Setelah terjadi pertumbuhan sel , dinding sel primer dapat mengalami penebalan atau membentuk dinding sekunder bahkan dinding tersier. Komposisi utama dinding sel tadalah selulosa, lainnya adalah hemiselulosa, lignin, suberin, dan pektin. Dinding primer dan sekunder bersifat anisotrop sedangkan lamela tengah bersifat isotrop.

Berbeda dengan sel tumbuhan, sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Oleh karena itu, sel hewan bersifat elastis dan dapat bergerak bebas.




Percobaan 2. Mengamati Sel Tumbuhan (sel mati, sel hidup)
Tujuan Percobaan:
1. Mengamati sel mati pada gabus Manihot utillissima
2. Mengamati sel hidup dan bagian-bagiannya
Alat : Mikroskop, pipet tetes, objek glass dan cover glass, beker glass,
mikrometer.
Bahan : Air, Manihot utillissima, Allium cepa, sri rezeki, Hydrilla verticillata, dan tangkai sari Rhoe discolor .
Prosedur Kerja
 Buatlah sayatan tipis dari gabus Manihot utillissima dan letakkan di atas objek glass.
 Tambahkan beberapa tetes air dan tutup dengan cover glass, hati-hati supaya tidak ada gelembung udara yang terperangkap
 Amati di bawah mikroskop dan buat gambarnya dan tulis bagian-bagian yang terlihat
 Lakukan hal yang sama terhadap penampang melintang Allium cepa , sri rezeki, dan Hydrilla verticillata

Percobaan 3. Mengukur sel tumbuhan
 Pengukuran sel di bawah mikroskop menggunakan lensa okuler dan objektif yang terlebih dahulu ditera. Lensa objektif sudah memiliki skala yang sudah tertentu ukurannya. Cocokkan skala pada objektif dengan skala pada okuler. Misalnya satu skala objektif jaraknya 10 mikron. Apabila 3 skala objektif setara dengan 5 okuler, maka lima skala okuler ukurannya adalah 30 mikron atau 1 skala okuler berukuran 6 mikron.
 Lakukan peneraan dengan mikroskop saudara dengan perbesaran yang berbeda.
 Buatlah sayatan melintang dan membujur empelur Manihot utilissima dan Umbi Allium cepa, kemudian amati di bawah mikroskop
 Gambar dan ukurlah panjang dan lebar tiga sel yang saudara amati.

Percobaan 4. Mengamati bentuk sel tumbuhan
• Ambillah rambut buah Ceiba petandra dan letakkan di atas objek glass.
• Tambahkan beberapa tetes air dan tutup dengan cover glass.
• Amati dan gambarlah bentuk sel yang terlihat
• Lakukan hal yang sama terhadap penampang melintang Monihot utillissima, rambut biji Gossypium sp dan umbi lapis Allium cepa serta benang sari Rhoe discolor.

Percobaan 5. Mengamati sel hewan
 Ambil spatula dan goreskan berlahan pada dinding mulut (kulit mulut) bagian dalam.
 Letakkan di atas objek glass lalu tutup dengan cover glass.
 Amati dibawah mikroskop, catat dan gambarkan hasil pengamatan anda.

Percobaan 6. Mengamati sel bakteri
 Ambil preparat yang sudah disediakan
 Letakkan dibawah mikroskop
 Atur perbesaran sehingga bentuk sel bakteri terlihat fokus
 Gambarkan bentuk sel bakteri yang anda amati


Jangan Lupa berikan komentar Anda tentang blog ini, ataupun tentang posting ini.

0 komentar:

Post a Comment