Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya

Contoh Makalah | Pengertian Nuzulul Qur’an dan Waktu Turunnya


A. Pengertian
Kata nuzutul Quran yang dalam behasa Indonesia diterjemahkan dengen turunnya Al-Quran, perlu dipahami pengertiannya secara benar, supaya tidak terjadi pemahaman yang keliru. Misalnya timbul anggapan bahwa turunnya Al-Qur’an itu sama dengan turunnya benda-benda yang mempunyai berat jenis (BD) tertentu.
Dalam hubungan penggunaan kata nuzul dan sejenisnya dalam bahasa Arab, Abd. Azhim Az-Zarqani menulis sebagai berikut:


Artinya : Secara bahasa, kata nuzul, dalam penuturan lain diucapkan untuk arti pindahnya sesuatu dari atas ke bawah; terkandung dalam makna nuzul tersebut bergeraknya sesuatu dari arah atas ke bawah.

Pengertian nuzul tersebut tidak patut diberikan untuk maksud nuzul Al-Qur'an. Pengertian tersebut lebih cocok dan lazim dipergunakan untuk hal yang berkenaan dengan tempat dan benda yang mempunyai Benda Jenis (BD) tertentu. Al-Qur'an bukanlah suatu benda yang meinedukan tempat pindah datas ke bawah, baik Al-Qur’an dalam arti kalam nafsi, maupun Al-Qur’an dalam bentuk mengandung kei’jazan itu.
Lebih lanjut Az-Zarqani mengemukakan . "Jika demikian, agaknya penggunaan kata nuzul dalam hal nuzulul Qur'an, dimaksudkan dalam pengertiannya yang majazi. Artinya sebagai suatu ungkapon yang seharusnya tidak dipahami secara harfiyah”.
Kemudian ia menyatakan:


Artinya :
Dan agaknya pengertian majazi bagi nuzulul Quran adalah pemberitahuan mengenai Al-Qur’an dalam semua segi aspeknya.

Dengan ungkapan kata nuzulul Quran seyogyanya tidak menimbulkan gambaran bahwa Al-Quran itu terlempar dari atas ke bawah, melainkan harus dipahami, bahwa AI-Quran telah diberitahukan oleh Allah kepada segenap penghuni langit dian bumi dalam semua segi aspeknya, Kata nuzul dalam pengertiannya yang konvensional tidak berlaku untuk Al-Quran. Kata nuzul, jika dita'wilkan dengan kata i'lam hilanglah arti pindahnya sesuatu dari atas ke bawah. Pemberitahuan Allah mengenai apa kepada siapa yang ia kehendaki tidak terikat oleh arah tertentu atau tempat tertentu. Jika Allah berkehendak memberitahukan atau mengi'lamkan firman-firman-Nya tidaklah harus di atas, Allah tidak mempunyai tempat tertentu


B. Waktu Al-Qur’an diturunkan
a. Al-Qur'an di Lauh Mahfudz.
Dalam beberapa ayat terdapat isyarat bahwa Al-Qur'an itu adalah di Lauh Mahfudz. Sebagaimana frman Allah SWT.


Artinya :
"Padahal Allah mengepung dari mereka (seseorang tidak akan lepas dari kekuasaan-Nya) bahkan yang didustakan mereka itu adalah Al-Qur’an yang mulia, yang tersimpan dalam Lauful Mahfudz”. (Al Buruj: 20-22)

Ketika Al-Qur’an berada di Lauh Mahf'udz tidak diketahui bagaimana keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al-Qur'an berada di alam Ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitu Al-Izzah di langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mah€p:dz yaitu yang merekam segala qadla dan takdir Allah SWT, swgala sesuatu yang sudah, sedang dian yang akan terjadi atau wrujud di alain semesta ini. Demikian ini merupakan bukti nyata akan keagungan, kehendek dian kebijaksanaan Allah SWT Yang Maha Kuasa.
Jika keberadaan A!-Qur'an di Lauh Mahfudz itu merupakan Qodlo (ketentuan) dari Allah SWT. maka ketika itu Al-Qur'an adanya parsis sama dengan keadaannya sekarang. Namun demikian hakekatnya tidak diketahui, kecuali oleh seorang nabi yang diperlihatkan oleh Allah kepada. Dan segala sesuatu yang terjadi di bumi ini telah tertulis dalam Lauh mahfudz sebagaimana firman Allah SWT.


Artinya : "Tiada satu bencana yang menimpa di bumi (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami manciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah". (Al- Hadits : 22)
b. Al-Qur’an dari Lauh Mahfudz diturunkan ke langit Bumi
Berdasarkan kepada beberapa :-ayat dalam AI-Qur'an dian A! Hadits shahih„ maka AI-QuPan itu diturunkan pada suatu malam yang pernah berkah yang dinamakan malam AI Qadar (Lailah AI Qadar) dalam bulan sua Ramadhan. Sebagaimana firman Allah SWT;

Artinya :
Sesungguhnya telah Kami turunkan Al-Qur'an pada malam Al-Qadar (Lailah Al Qadar)".

Dan firman Allah SWT :
Artinya : "Beberapa had yang ditentukan it u ialah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya ditunrnkan (per,mulaan) AI-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusla dan. penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan' yang bathil ".

Dan firman Allah:
Artinya :
Sesungguhnya telah kami turunkan dia (AI-Qur'an) pada satu malam yang penuh berkah, sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang memberl peringatan.

Tiga ayat tersebut di alas menegaskan bahwa AI-Qur'an diturunkan pada suatu malam pada bulan Ramadhan yang dinamakan malam Al Qadar yang penuh berkah.
Demikian juga berdasarkan beberapa riwayat sebagai berikut:
Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas ra berkata : Al Qur'an dipisah dari Adz-Dzikru ke Baitu Al-Izzah di langit bumi kemudian malaikat Jibril membawanya kepada Nabi Muhammad SAW. (RiwayatAl Hakim)

Dan hadits riwayat Ibnu Abbas :
Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas beikata : Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit bumi (Baitu Al Izzah) berada di Mawaqe Al Nujum (tempat bintang-bintang dan kemudian Allah menurunkan kepada Rasul-Nya dengan berangsu-angsur

Dalam hadits riwayat Imam Tabrani:

Artinya :
Riwayat dari Ibnu Abbas r.a. berkata; Al-Qur'an diturunkan poda malam Al-Qadar pada bulan Ramadhan ke langit bumi sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur-angsur".
Ketiga riwayat tersebut juga dijelaskan di dalam bahwa ketiganya adaiah shahih sebagaimana dikemukakan oleh Imam As-Suyuthi riwayat dari Ibnu Abbas dimana dia ditanya oleh Athiyah Ibnul Aswad dia berkata : “Dalam hatiku terdapat keraguan tentang firman Allah Ta'ala.
Sedangkan Al-Qur'an ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Dzul Qa’adah, Zulhijjah, Muharram, Safar dian bulan Rabi'ul Awwal dan Rabi’ul
Ibnu Abbad menjawab bahwa Al-Qu(an itu diturunknn pada bulan
malam Lailatul Qadar secara sekaligus yang kemudian diturunkan kppada NW)i secara berangsur-angsur di separijang bulan dian hari.
Yang dimaksud dengan Nujum bertahap adalah dituninkan sedikit sedikit dan terpi&-jh-pisah, sebagiannya menjelaskan bagian yaiv, lain dengan fungsi dan kedudiukannya.
Asy Suyuthi mengemukakari bahwa Al Qtjrthuby tolah menukilkan 'v0,qy'--,t ~jma' bahwa turunnya Al-Qur'an secara sekaligus adilah dad Lauhil hk4hft?1!'7 ke Baitul Izzah di langit pertama. Barangkali hikmah / risalah dari 0i adalah untuk menyatakan keagungan Al-qur'an dan kPbr-,,",-mn bagi cw*,vig y;~,t,f'j diturunkannya dengan cara memboritahukan kepada petighuni langit yang 11;jI,"I bahwa kitab yang paling terakhir yang disampaikan kopqda RISLII PPM.49,1) 41,'Ti ummat pilihan sunqguh telsh diambang pintoi dan nir,(-,)yn nkaq
diturunkan kepadianya.
As Suyuthi berpendapat andaikata tidak ada hikmah llahiyah ym~) menyatakan turunnya kepada kimmat spcqra beriahap senuaii d'e,"gan
niscaya akan sampai ke muka bumi secara sekaligus sebagnionarta Nalilyn kdab-kitab yang diturunkan sebelumnya, tetapi karena Allah SWT ryiembod;lkarl antara AI-Quran dan kitab--kftab sebelumnya maka Al--Qtjt'an diitun.111kor) (1,41,1ni dua tahap, turun secara sekaligus kemudian diturunkan secara ho(Allomir sebagai penghormatan terhadap orang yong dituriinkannya.
c. Al-Qur'an diturunkan darl Bait Al Izzah kepada Nabi Muhammad servirn berangsur-angsur
Tahap ketiga tuninnya AI-Qur'an atqtj tahap terakhir ialah timin (1.16 1111qi~ ke bumi (Baitul Izzah) kepada hati Nabi SAW dopqmi peraotanq.ari
JibOl socara berangsur-angstir selama kurang lebih ' 23 tahtin, Sebagaimana firman Allah ',`>VVT :

Artinya
"Sesungguhnya Al Quean diturunkan oleh Tuhan se
mo-'5 8 a at)) oleh Ruh Al Amin (Malaikat Jibfil as) ke dalam hati engkou ya Aftihoo-I supaya kamu membed peringatan ".

Artinya : "Al Quean ini Kaml tuninkan secara beranqsur-ongsur,
tocakan kepada manusia dengan perfahan-lahan don Komi PInjokan di~' secara secMk# NO sedWIT 141 Isra : 106)
Dan firman Allah SWT :




Arlinya : "berkata orang-orang k-afir . sekakqus saja? Begitulah keadaannya, Muhammad SAK9 dengan AI-Qur'an itu, lurus den perfahan-lahan" (Al Furqan : 32)
mengapa AI-Quran fldiP diftlaw!('11) sypaya kami to-tapkan hV;rwt fh~li dan ffigmi bacakan kepodamu dPoCql~
Quran Hadds MadrasahAliyah Kelas I Semester Ganjil
Dikatakan bahwa orang-arang Yahudi dan orang-orang musyrik mencel# Nabi SAW karena diturunkannya AI-qur'an secara terpisah-pisah. Meraka menghendaki agar diturunkannya secara sekatigus. Mereka berkata kepada Nab! SAW ; "Hai ayah Kasimi Mengapa AI-Qur'an tidak ditunrnkan sekaliqus sebagaimana dituntnkannya Taurat kepada Musa ? dari peristiwa itu maka turunlah ayat tersebuk di z,as sebagai bantahan terhadap mereka. Bantahan tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Az 7_arkani mengandung dua pengertian:
a. 8ahwa AI-Qur'an diturunkan kepada Nabi SAW secara berangsur-angsur, dan
b. Kitab Samawi sebeiumnya diturunkan secara sekaligus sebagaimana tetah populer di kalangan Jumhur Ulama bahkan dapat dikatakan lima.
Ayat pertama dian terakhir turun 1) Ayat dian surat pertama
Seperti diterangkan di atas bahwa AI-Qur'an itu diturunkan kopada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur, tidak sekaligus, seiama 22 tahun 2 bulan dian 22 had sehingga lengkapiah isi AI-Qur'an AI-Karim sebanyak 6.236 ayat, 114 surai dian 30 juz. Senantiasa terpelihara autentisitas, keaslian, dian kebenarannya, utuh dian terhimpun dalam AI-Mushaf Asy-Syarif.
Ayat yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ialah ayat 1 sampai dengan 5 dari Surat Al-"Alaq yang kemudian dalam mushaf tercantum dafam surat yang ke-96 dari 114 surat yang terdapat dalam AI-Qur'an. Kelima ayat itu iaiah :


.
Artinya : . ~ . 1. "Bacalah dengan (menysbut) Nama Tuhanmu yang menciptakan".
2. °Dia telah menciptakan manusia dad segumpal darah". 3. "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah".
4. "Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam".
5. "Dia mengajarkan kepada manusia yang tidak dlketahuinya". (QS. AI-Alaq / 96 :1-5)
Lima ayat tersebut di atas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang menyendiri (berichalwat) di Gua Hire pada malam Jum'at tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran beliau, bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi.
Kolima ayat dalam surat AI-`Alaq ituiah yang merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan diterimanya wahyu dari Allah SWT tersebut, make sejak seat itu behau dinobatkan menjadi Feasul Allah, Utusan Allah, kepada selunuh umat manusia guna m+anyampaikan risalah-Nya, Tauhid; mengesakan Allah SWT, tiada Tuhan yang patut disembah kECUali Dia, Allah Yang Maha Esa, tidak beranak dian tidak pule diperanakkan, menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil'alamin). Seat itu beiiau berusia 40 tahun 6 buian dian 8 hari menurut kalender Qamar'ryah atau 33 tahun 3 bulan den 8 had menurut perhitungan tahun Syamsiyah.
Maiam turunnya AI-Qur'an untuk pertama kali itu merupakan maiam yang penuh bprkah (Lailah Mubarakah) dian selaagai maiam kemuliaan (Laifatui Qadar) sepert6 yang diterangkan daiam AI-Qur'an :


Qur'an Hadits Madrasah Aliyah Kelas 1 Semester Ganjii
. __r,.a hnranYSlapa yang menj,• / ,~h
,/Tencang turunnya A1 Quran itu, Tuhan menjelaslcan dalam A1 Qitran.



Dan sesungguhnya A1 Quran ilu benar-henar diturunkan oleh Tuh(7n semesta alan:. Dibawa lurun oleh Ruhul amin. Ke dalam h4mu (Muhanvnad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang mentberi peringatan. Dengan bahasa Arab yan;,, jdia.r (QS 26: 192 - 195).



Katakanlah, Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan A1 Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, tuttuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) (QS 16: 102).



Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Pcrkusa lagi :">frha Bijak
sana (QS 45: 2).
o i ~ y 1~ 9 s l9 U „LS 1 C 'f 1" oJ,~ i )


Dan jika kamu (tetap) dalam kcraguan tentang (A1 Quran) yang Kami wahyukan kepada hamba h'ami (Muhammad) buatlah satu surat (.saja) yang seperti A1 Quran itu (QS 2 : 23).



Ale, yi i,,/. , IIf
.
Katakanlah, bcarangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril it,, telah menurunkannya jAl Quran) Ice dalam hatimu dengan seizin Allah. Membenarkan kitab-kitab yang sebelunuiya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-nrang beriman (QS 2 : 97).
Inilah ayat-ayat yang mengatakan bahwa Al Quran itu adalah perkataan Allah dengan bahasa Arab. Jibrillah yang menurunkannya ke dalani hau Rasulullah SAW. Turun di sini bukan berarti turun yang pertama kali ke langit dunia. Yang dimaksud di sini ialah turun dengut cara berangsur-angsur Ta'bir lafaz ini menunjukkantanzil bukan inzal. Dim aksud dengan inzali ialah turun dengan cara berangsur-angsur. Ahli-ahli bahasa membedakan antara inzal dengan tanzil. Tanzii ialah diturunkan bercerai-berai sedangkan inzal itu berbentuk umum.
Turunnya A1 Quran itu dengan cara berangsur-angsur dalam masa dua puluh tiga tahun. Tiga.l;dias tahun di antaranya diturunkan di mekah menurut pendapat yang terkuat. Dan sepuluh tahun di Medinah. Turunnya itu bercerai-berai. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi.



C ) • •t c ~"'Ii )
Dan A1 Quran i:u telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakan pc!lahan-lahan kepada umnwt manusia dan Kami menurunkan sebagian derri sebagian (QS 17: 106).
Artinya Kami tu:runkan tidak sekaligus, agar supaya Nabi dapat membacakan kepada orang lain dengan pdian-pelan. Diturunkan itu ada kaitannya dengan kejadian-kejadian dan persitiwa-peristiwa yang terjadi. Adapun kitab-kitab langit lainnya itu, seperti Taurat, Injil, dan Zabur itu turunnya sekaligus, bukan sebagian demi se:bagian. Hal ini berdasarkan firman Tuhan yang berbunyi.

Kedudukan Pendidian Ilmu Agama Dalam Sistem Pendidikan Nasional

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah berkat taufiq dan hidayah Allah, kekuatan, ketekunan dan kerja yang ulet dapat terbina dengan baik. Sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan judul: “Kedudukan Pendidikan Ilmu Agama Dalam Sistem Pendidikan Nasional”.
Adapun tujuan penyusunan makalah ini diharapkan untuk dapat memberikan sekedar petunjuk baik kepada para pembaca tentang pendidikan agama yang dapat membentuk pribadi yang luhur dan utuh.
Penulis sadar bahwa penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, oleh karena itu tegur sapa dan saran-saran perbaikan dari pembaca sangat penulis harapkan.
Akhirnya hanya kepada Allah jualah penulis bermohon, semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Amin



Penulis

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pendidikan Agama
B. Kurikulum Nasional
C. Tujuan Nasional

BAB III KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melihat realitas bangsa yang ada masalah pendidikan merupakan isu-isu hangat yang masih menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan kaum intelek masyarakat Indonesia yang ada hingga saat ini. Bagaimana tidak sistem pendidikan di Indonesia belum menunjukkan adanya perbaikan kualitas, baik ditinjau dari segi penyelenggaraan pendidikan ataupunpihak yang melaksanakan sistem pendidikan yang ada. Kenyataan itulah yang selanjutnya melahirkan anak-anak bermasalah yang puncaknya adalah pada rendahnya kualitas SDM dan kinerja bangsa yang lemah.
Untuk mengubah dan memperbaiki itu semua, harus dilakukan pendekatan integratif dengan mengubah paradigma serta unsur-unsur pokok yang menopang tegaknya sistem pendidikan, agar terpenuhi hakikat tujuannya. Sistem pendidikan Islam merupakan hal yang sesuai untuk mengatasi permasalahan yang ada. Karena Islam mendorong agar dengan ilmu itu manusia bisa menemukan kebenaran hakiki dan juga mampu mendayagunakannya.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan dan menjelaskan tentang kedudukan pendidikan ilmu agama dalam sistem pendidikan di negara kita ini agar kita mengetahui bagaimana realitas sistem pendidikan yang terjadi di negara kita dan untuk memberikan petunjuk kepada kita semua tentang pendidikan agama yang dapat membentuk pribadi yang luhur dan utuh.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Agama
Agama mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia, untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan sempurna, bagi bangsa Indonesia. Agama merupakan modal dasar serta penggerak yang tidak ternilai harganya bagi persiapan aspirasi bangsa. Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mencapai tujuan ini, pendidikan agama perlu diberikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan serta dimasukkan dalam kurikulum sekolah dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang amat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai yaitu nilai akhlak dan keagamaan.
Oleh karena agama sebagai dasar tata nilai merupakan penentu dalam perkembangan dan pembinaan rasa kemanusiaan yang adildan beradap, maka pemahaman dan pengalamannya dengan dan benar diperlukan untuk menciptakan kesatuan bangsa.
Pendidikan agama dilaksanakan dalam sistem pendidikan nasional, oleh karena itu menjadi tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat dan pemerintah. Untuk menjamin tujuan pendidikan nasional dalam pendidikan agama diperlukan:
1. Paket-paket minimal bahan pendidikan agama dari masing-masing agama yang dianut dengan mempertimbangkan jiwa anak didik.
2. Guru agama yang cukup memenuhi persyaratan.
3. Sarana dan prasarana pendidikan pendidikan agama yang cukup dan memenuhi syarat.
4. Lingkungan yag mendorong tercapainya tujuan pendidikan agama (situasi sekolah, masyarakat dan peraturan perundang-undangan)
Mata pelajaran agama terkait langsung dengan tujuan pendidikan nasional seperti tertulis dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 yaitu: “ ..... Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia”.
Dasar-dasar pelaksanaan pendidikan agama yang berasal dari peraturan perundang-undangan yang secara langsung ataupun secara tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama di sekolah-sekolah ataupun di lembaga-lembaga pendidikan formil di Indonesia.
Menurut ajaran Islam sendiri, bahwa melaksanakan pendidikan agama adalah merupakan perintah dari Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan ibadah kepadanya.
Dalam Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menunjukkan adanya perintah tersebut yaitu dalam surat An-Nahl ayat 125:




Artinya: “Ajaklah kepada agama Tuhanmu dengan cara yang bijaksana dan dengan nasehat yang baik”.

Kemudian dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 tercantum juga dalam firman Allah:



Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu lakukan”.

Atas dasar dari ayat-ayat tersebut dimaka Islam menggariskan bahwa setiap individu (muslim) diwajibkan menuntut ilmu yaitu dalam artian menjalani proses pendidikan. Pada saat yang bersamaan juga, dilain pihak Islam mewajibkan negara menyelenggarakan pendidikan yang berlandaskan aqidah Islamiyah agar dapat membentuk dan mengembangkan pola pikirdan jiwa Islami yang nantinya akan membentuk karakter yang mumpuni. Untuk itu kedudukan pendidikan agama dalam sistem nasional sangatlah penting dan dibutuhkan.

B. Kurikulum Nasional
Dalam rangka mewujudkan sistem pendidikan nasional, hal-hal yang berkenaan dengan dasar, tujuan, fungsi, unsur-unsur pokok dan azas-azas pelaksanaan pendidikan nasional dituangkan dalam kurikulum. Kurikulum merupakan seperangkat minimal program belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan, baik pendidikan umum, khusus maupun pendidikan kemasyarakatan. Kurikulum sebagai perangkat dan upaya pelaksanaan pendidikan nasional hendaknya disusun sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan lembaga sesuai dengan jenis dan jenjangnya serta kaitannya satu sama lain. Di samping itu harus diperhatikan tahap-tahap perkembangan anak didik serta relevansi kurikulum terhadap lingkungan dan pembangunan nasional.
Penyusunan program belajar mengajar didalam pendidikan nasional didasarkan atas kurikuluminduk nasional. Atas dasar kurikulum induk tersebut disusun paket program belajar mengajar, baik untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, pendidikan kemasyarakatan maupun untuk pendidikan khusus (kedinasan dan keagamaan).
Kurikulum sebagai perangkat minimal program belajar mengajar terdiri dari ketentuan-ketentuan mengenai bahan, komposisi bahan, sistem penyampaian dan sistem evaluasi.

Bahan kurikulum
Dalam rangka pembinaan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seuruhnya, bahan kuirkulum sebagai isi sistem pendidikan nasional dibagi menjadi lima kelompok bahan program belajar mengajar yaitu yang berkenaan dengan:
1. Sikap dan nilai hidup
2. Pengetahuan
3. Keterampilan
4. Humaniora
5. Kewarganegaraan
Dengan pengelompokkan seluruh program belajar mengajar kedalam lima kelompok ini, maka dapatlah disusun suatu program berkelanjutan yang mencakup semua unsur pokok pendidikan nasional dalam perbandingan komposisi yang proposional dan sesuai dengan tujuan-tujuan khusus setiap jenjang dan jenis pendidikan. Hal-hal yang berkenaan dengan kesadaran lingkungan serta kemampuan berkomunikasi harus diperhitungkan dalam pelaksanaan program belajar mengajar dan bahannya diintegrasikan dalam setiap unsur program yang memungkinkan.
Pendidikan watak mempunyai unsur yang sangat penting didalam usaha membentuk manusia yang berkepribadian. Pendidikan watak dan pembentukan kepribadian, baik yang dilakukan didalam seluruh unsur dan suasana pendidikan maupun khusus dalam pendidikan agama, penghayatan dan pengamalan Pancasila dan budi pekerti. Dalam pembinaan watak ini ditekankan beberapa corak yang amat penting yaitu disiplin, kerja keras, kehormatan diri, kejujuran diri, penghargaan pandangan orang lain dan kesadaran akan kemampuan diri sendiri.

Sikap dan nilai hidup
Bahan program belajar mengajar yang berkenaan dengan sikap dan nilai kehidupan terdiri dari:
1. Penghayatan dan pengamalan Pancasila
2. Pendidikan agama


C. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan adalah merupakan faktor yang sangat penting karena merupakan arah yang hendak dituju oleh pendidikan itu. Demikian pula halnya dalam pendidikan agama, maka tujuan pendidikan agama itulah yang hendak dicapai dalam kegiatan/pelaksanaan pendidikan agama.
Sedangkan tujuan pendidikan nasional (Indonesia) adalah merupakan tujuan umum yang hendak dicapai oleh seluruh bangsa Indonesia dan merupakan rumusan daripada kualifikasi terbentuknya setiap warga negara yang dicita-citakan bersama. Adapun rumusan formal tujuan pendidikan nasional tersebut terdapat pada Undang-Undang pendidikan dan pengajaran No. 12 tahun 1945 bab II pasal3 yang berbunyi:
“Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis, yang bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air”.
Untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut dibutuhkan adanya lembaga-lembaga pendidikan yang masing-masing mempunyai tujuan tersendiri yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu setiap usaha pendidikan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional, bahkan harus menopang/menunjang tercapainya tujuan tersebut. Termasuk didalamnya pendidikan agama disekolah-sekolah di Indonesia harus mempunyai tujuan yang paralel dengan tujuan pendidikan nasional.


BAB III
KESIMPULAN

Dari semua penjelasan dari makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa kedudukan pendidikan ilmu agama sangatlah penting dan dibutuhkan dalam sistem nasional selama pendidikan agama disekolah-sekolah tersebut di Indonesia mempunyai tujuan yang paralel dengan tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis yang bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Serta dapat membentuk generasi-generasi yang luar biasa yang nantinya berkontribusi pada kemajuan peradaban saat ini.

DAFTAR PUSTAKA


Neiny Ratmaningsih, 1999. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMU Kelas III. Grafindo Media Pratama. Jakarta.
Google.com.
Dra. H. Zuhairini, 1954. Methodik Khusus Pendidikan Agama Usaha Offset Printing. Surabaya.

Makalah Tentang Psikologi Belajar

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, pencipta dan pengatur alam semesta karena dialah yang berhak menerima pujian itu dan kepada-Nya lah kita memohon pertolongan. Shalawat dan salam teruntuk pula bagi Nabi Muhammad SAW yang telah membawa petunjuk bahagia keatas alam dunia. Untuk keselamatan prikemanusiaan seluruhnya. Demikian pula ucapan selamat atas keluarga dan sahabatnya, pengikut dan pemegang agamanya sampai datangnya hari mahsyar.
Dengan selesainya makalah ini semoga makalah ini bermanfaat dan mampu meningkatkan kreatifitas bagi siapa saja yang membacanya dan tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada semua pihka yang telah membantu demi terselesainya makalah ini. Namun demikian kami menyadari akan kelemahan sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat kesalahan-kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran yang kontruktif dari pembaca semua sangatlah kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Akhirnya semoga Allah selalu melimpahkan pertolongannya dan petunjuknya dalam isaha menuju keridho’annya. Amin ........... ya Robbal Alamin.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 PAI Sebagai Pembelajaran Nilai

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah sebuah program yang mengandung komponen visi dan misi tujua kurikulum proses belajar mengajar guru, murid, sarana dan prasarana, biaya, kerja sama, dll. Dari berbagai komponen pendidikan di atas memiliki hubungan fungsional antara satu dengan yang lain. Dari sekian banyak komponen pendidikan yang paling menentukan yaitu komponen sumber daya manusia (SDM) yang dalam hal ini guru, karena gru demikian penting dan sangat menentukan keberhasilan pendidikan, apabila pendidikan mempunyai guru yang professional sudah tentu akan menghasilkan lulusan yang baik sesuai jurusan masing-masing.
PAI diharapkan agar mempertegas perannya disekolah agar mendapatkan wawasan yang lebih luas. Peserta didik untuk itu sebuah pendidikan harus mampu memberikan materi-materi pelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melihat masalah diatas disini kami sebagai pemakalah akan mencoba mengangkat tentang pendidikan agama Islam sebagai pembelajaran nilai.

1.2 Tujuan
- Untuk mengetahui pembelajaran nilai dari pendidikan agama Islam.
- Untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen.

BAB II
PEMBAHASAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI PEMBELAJARAN NILAI

2.1 Peran Pendidikan Agama Islam
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Pendidikan agama Islam di sekolah dalam pelaksanaan masih menunjukkan permasalahannya yang kurang menyenangkan, seperti halnya proses pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah saat ini masih sebatas penyampaian pengetahuan tentang “PAI” hanya sedikit yang arahnya pada proses yang mengarah pada nila-nilai Islam. Pada diri siswa hal ini dapat di lihat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru/dosen masih dominant ceramah.
Maka dari itu untuk merealisasikan pelaksanaan pendidikan agama Islam guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan teknik-teknik mengajar yang baik agar dia mampu menciptakan suasana pengajaran yang efektif dan efisien atau dapat mencapai hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.
Melihat kenyataan dilapangan, sebagaimana besar teknik dan suasana pengajaran diskeolah-sekolah yang digunakan para guru kita tampaknya lebih menghambat untuk memotivasi potensi otak. Sebagai contoh seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus mau mendengarkan, mau menerima seluruh informasi dan mentaati segala perlakuan kurangnya budaya dan mental seperti ini pada gilirannya membuat siswa tidak mampu mengaktivasi kemampuan otaknya, sehingga mereka tidakmemiliki keberanian menyampaikan pendapat, lemah penalaran dan tergantung pada orang lain.
Seorang pendidik harus mampu memilih metode dan teknik yang akan dipergunakan dan teknik tersebut harus dapat memotivasi serta memberikan kepuasan bagi anak didiknya seperti hasil dan prestasi belajar siswa yang semakin meningkat.
Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan alternative guna mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi siswa. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa pada materi PAI yaitu dengan penerapan teknik Learning Community.
Oleh karena itu PAI harus mempertegas perannya di sekolah terutama mewujudkan rumusan tujuan diatas. Jika tidak bias PAI dianggap tidak perlu bahkan tidak menutup kemungkinan PAI dihapuskan. Untuk mempertegas peran PAI tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. PAI bukanlah mata pelajaran tambahan akan tetapi sebagai mata pelajaran inti
2. PAI harus lebih berorientasi kepada pengamatan dari pada pengetahuan atau pemahaman
3. PAI diharapkan mampu bekerja sama dengan seluruh komponen sekolah, baik dengan unsur pimpinan maupun dengan sesama guru bidang studi.
4. PAI harus mampu mewarnai mata pelajaran lain.
Dengan upaya seperti ini peran PAI disekolah umum diharapkan semakin jelas dan tegas dalam mewujudkan peserta didik yang mampu menerapkan ajaran agama Islam niscaya ilmu itu akan mendatangkan manfaat.
Karena nilai-nilai agama itu bermuatan pembelajaran karakter agar manusia terdidik menjadi insan yang pandai mengendalikan diri dan tidak berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA


Ramayulius.1992. Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia:Jakarta

Makalah Komunikasi

Pendahuluan

Manusia adalah makhluk sosial,disamping sandang,pangan,dan papan sebagai kebutuhan utamanya maka sebagai makhluk sosial manusia membutuhkannya untuk berkomunikasi diantara sesamanya sebagai kebutuhan utamanya untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem dan alat untuk saling berhubungan tersebut,dimulai dari melukis bentuk didinding gua,isyarat tangan,isyarat asap,isyarat bunyi,kata,kalimat,tulisan,surat sampai dengan telepon dan internet.lat dan sistem komunikasi yang diciptakan manusia tersebut kemudian dikenal dengan nama teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan istilah “IT”.


Bab II
Pembahasan

1.1 Pengertian Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan,memproses,dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi antara lain :
• Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik.
• Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonoml,sosial,dan politik tertentu.
• Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indra manusia terutama kemampuan mendengan dan melihat.

1.2 Sejarah Teknologi Informasi
Adapun perkembangan sejarah teknologi informasi antara lain :
• Dimulai pada masa Pra sejarah (….s/d 3000 SM),pada awalnya teknologi informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal.Mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua tentang berburu dan binatang buruannya.
• Masa sejarah (3000 SM s/d 1400-an M),pada masa ini teknologi informasi belum menjadi teknologi masal seperti yang kita kenal sekarang ini,teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja dan digunakan pada saat-saat khusus dan mahal.
1

• 3000 SM,untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk bunyi yang berbeda sehingga mampu menjadi kata,kalimat dan bahasa.
• 2900 SM,penggunaan huruf hierogliph pada bangsa mesir kuno.Hierogliph merupakan bahasa simboldimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda yang ketika digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda.
• 500 SM,serat papyrus digunakan sebagai kertas-kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar sungai nil.Ini menjadi media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan sebagai media informasi.
• 105 M,bangsa cina menemukan kertas-kertas yang pada masa itu kertas yang dimaksud adalah kertas yang kita kenal sekarang,kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan,disaring,dicuci kemudian daratakan dan dikeringkan.Penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta yang kita kenal sekarang dengan sistem Cap.
• Masa modern (1400-an s/d sekarang),tahun 1455 mesin cetak yang menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi bisa diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu dikembangkan untuk pertama kalinya oleh johann Gutenberg.
• Tahun 1861,gambar bergerak yang diproyeksikan kedalam sebuah layar pertama kali digunakan sebagai cikal bakal film sekarang.
• Tahun 1899,dipergunakan sistem penyimpangan dalam tape (pita) magnetis yang pertama.Tahun 1923,Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama.Tahun 1940,dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa perang dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tap
2

• Tahun 1973-1990,istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA.
• Tahun 1991-sekarang,sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya.Tahun 1992,pembentukan komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World Wide Web oleh CERN.

1.3 Perbedaan teknologi komunikasi dengan teknologi informasi
• Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan teknologi komunikasi ditekankan pada bagaiman suatu hasl data dapat disalurkan,disebarkan dan disampaikan ketempat tujuan.
• Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada,sedangkan teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika,sistem transmisi dan sistem modulasi sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

1.4 Bentuk-bentuk teknologi informasi
• Kominikasi suara
• Komunikasi tulisan dan gambar
• Komunikasi data


1.5 Unsur-unsur Teknologi komunikasi
• Informasi,dapat berupa tulisan,suara,musik,gambar dan data yang dimiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
• Alat yang dipergunakan untuk meneruskan informasi dengan media transmisi dan sistem modulasi.
• Dengan cara yang sesuai,bentuk akhir informasi yang diterima harus serupa mungkin dengan bentuk awal informasi yang dikirimkan dan dalam batas-batas yang dapat ditolerir.
• Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.

1.6 Metode penyampaian informasi
Penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara lain :
• Komunikasi dari titik ke titik (point ke point),yang mana informasi dari satu sumber hanya disampaikan pada satu penerima saja.
• Komunikasi dari satu titik ke segala penjuru,yang mana informasi dapat diambil oleh siapapun yang memerlukan informasi dari sumber dan disebarluaskan ke seluruh penjuru secara bersamaan.

Daftar Pustaka

Fairus.2000.Teknologi Informasi dan Komunikasi.Jakarata:Ganeca Exact.
Laksamana.2010.Panduan Cepat Menguasai Teknologi Informasi.Yogyakarta:Baduose Media.

Teori Pembenaran Hukum Negara

Teori Pembenaran Hukum Negara

Teori pembenaran Hukum biasa disebut dengan istilah Rechtsvaardiging Theorieen : yaitu suatu teori yang membahas dasar-dasar yang dijadikan alasan-alasan sehingga tindakan penguasa negara dapat dibenarkan.
Ada 4 macam toeri yaitu :
1. Pembenaran Negara Dari Sudut Ketuhanan (Theo Cratische Theorien)
Teori ini beranggapan tindakan penguasa / negara selalu benar, sebab negara diciptakan oleh Tuhan, ada yang secara langsung / tidak langsung.
• Negara secara langsung adalah dimana penguasa wahyu dari Tuhan
• Negara secara tidak langsung adalah dimana penguasa berkuasa mendapat kodrat dari Tuhan
Menurut Agustinus ada 2 macam negara :
a. Negara yang dipimpin oleh Tuhan
b. Negara Duniawi, merupakan negara buatan setan, karena hanya mengejar kekuasaan dunia yang akhirnya membawa keruntuhan
Preidrich Julius Stahl mengatakan negara itu timbul dari takdir Illahi. Preidrich Hegel, mengatakan negara adalah lau Tuhan di dunia.

2. Pembenaran Negara Dari Sudut Kekuatan
Menurut teori ini, siapa yang berkemampuan maka akan mendapat kekuasaan dan memegang tampuk kekuasaan atau pemerintahan. Kekuatan yang meliputi jasmani, rohani, materi dan politik.
Menurut Leon Dugut, yang memaksakan kehendak pada orang lain maka ialah yang paling kuat. Baik kekuatan dari segi fisik, intelegensi, ekonomi dan agama.
Menurut Pranz Oppenheimer bahwa negara merupakan susunan masyarakat dimana golongan yang menang memaksakan kehendak pada golongan yang ditaklukan, dengan maksud mengatur kekuasaan dan melindungi ancaman dari pihak lain.

3. Pembenaran Negara Dari Sudut Hukum
Teori ini membagi hukum 3 bagian :
a. Hukum kekeluargaan (Patriarchal)
Yang diangkat sebagai kepala keluarga adalah orang yang kuat, berjasa, bijaksana (primus interparis).
b. Hukum kebendaan (Patrimonial)
Ialah hak milik, raja memiliki hak terhadap daerahnya, rakyat tunduk padanya.
c. Hukum perjanjian
Perjanjian masyarakat :
• Menurut Thomas Hobbes (Pactum Uniones)
Manusia hidup dalam kekuatan karena takut diserang manusia lainnya yang lebih kuat keadaan jasmaninya. Sehingga diadakan perjanjian masyarakat. Dalam perjanjian ini hanya rakyat dan rakyat.
• Jhone Locke (Pactum Subjektiones)
Raja berkuasa dapat melindungi hak-hak rakyatnya, apabila raja sewenang-wenang maka rakyat dapat meminta pertanggung jawaban dalam perjanjian ini antara raja dan rakyat.
• Menurut Jean Jecques Rousseau
Menurutnya kedaulatan rakyat dan kekuasaan tidak pernah diserahkan pada raja-raja yang hanya sebagai mandataris. Dalam perjanjian ini menyerahkan kekuasaan antara rakyat dengan raja.


4. Pembenaran Negara Dari Sudut Lain
Teori negara ada karena suatu keharusan susila.
• Menurut Plato dan Aristoteles
Manusia tidak ada artinya apabila belum bernegara, tanpa negara tidak ada manusia dengan demikian segala tindakan negara dibenarkan.
• Menurut Emanuel Rant
Tanpa negara, manusia tidak tunduk pada hukum-hukum yang dikeluarkan. Negara adalah ikatan-ikatan manusia yang tunduk hukum, akibatnya negara dibenarkan.
• Menurut Wolft
Keharusan membentuk negara merupakan keharusan moral tertinggi. Pendapat ini sukar diterangkan karena teorinya berpangkal filsafat.

Teori-teori lain menyebutkan:
1. Teori Ethis / Teori Etika
Menurut teori ini, negara itu ada karena suatu keharusan manusia.
2. Teori Absolut dari Hegel
Manusia tujuannya untuk kembali pada cita-cita absolut dan penjelmaan cita-cita absolut manusia itu adalah negara. Negara dibenarkan karena dicita-citakan oleh manusia.
3. Teori Psycologis
Alasan pembenaran negara adalah berdasarkan unsur-unsur psycologis manusia, misalnya dikarenakan rasa takut, sayang dan lain-lain.


Adapun teori-teori kuno :
a. Teori Teokrasi
Ilmu pengetahuan (ilmu negara) terbilang baru tapi dilihat secara hakekatnya ilmu negara sudah ada sejak lama yaitu manusia mengenal kehidupan berkelompok.
Dasar teori teokrasi adalah bahwa semua kekuasan didasarkan atas kehendak dewa-dewa, meskipun kekuasaan itu tidak dimengerti atau dipahami, tetapi harus dipatuhi.

Sifat Hakikat Negara Dan Bentuk-Bentuk Kenegaraan

Sifat Hakikat Negara Dan Bentuk-Bentuk Kenegaraan

Sifat Hakikat Negara Dan Bentuk-Bentuk Kenegaraan

A. Sifat Hakikat Negara
Sifat hakikat negara sangat tergantung dari mana kita meninjaunya. Secara historis dapat dikatakan sebagai berikut:
a. Pada zaman Yunani, negara adalah polis yang kalau ditinjau pada saat ini adalah suatu negara dengan segala sifat-sifat khususnya, seperti demokrasi langsung dan lain-lain
b. Diabad pertengahan bahwa negara adalah suatu organisasi masyarakat yang bernama Civitas Terena (keduniawian) disamping Civitas Dei (keagamaan) dan Civitas Academica (ilmiah).
c. Pada permulaan abad modern, negara adalah milik suatu dinasti/imperium, dimana sebagai eksesnya yang paling menonjol nampak pada ungkapan “L’etat c’est moi”.
d. Pada sekarang ini muncul pandangan bahwa negara itu sifat hakikatnya adalah suatu ikatan tertentu atau status tertentu (staat = state), yaitu status bernegara sebagai lawan daripada belum bernegara (status naturalis lawan status civilis).
Negara mempunyai sifat-sifat khusus yang merupakan manifestasi dari kedaulatan yang dimilikinya dan sifat tersebut tidak terdapat pada asosiasi yang lain. Sifat-sifat khusus tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sifat memaksa, artinya negara mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara legal, sarana untuk itu adalah polisi, tentara.
b. Sifat monopoli, artinya dalam rangka mewujudkan tujuan bersama negara memiliki kewenangan menentukan aliran-aliran politik, ideologi yang boleh dan tidak boleh.


B. Bentuk-Bentuk Negara dan Pemerintahan
1. Bentuk negara
Dalam konsep dan teori modern saat ini terdapat dua bentuk negara, yaitu negara kesatuan (unitarisme) dan negara serikat (federasi).
a. Negara kesatuan adalah bentuk negara yang merdeka dan berdaulat, dengan suatu pemerintah pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. Dalam pelaksanaannya, negara kesatuan ini terbagi dalam dua.
1. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, yaitu negara dimana sistem pemerintahan dari seluruh persoalan yang berkaitan dengan negara langsung diatur oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah tinggal melaksanakannya.
2. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, yaitu dimana kepala daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengatur rumah tangga daerahnya sendiri.
b. Negara serikat adalah negara yang terdiri atas gabungan beberapa negara bagian dalam negara serikat. Pada mulanya negara bagian adalah negara yang merdeka, berdaulat dan berdiri sendiri.

2. Bentuk pemerintahan
Secara garis besar bentuk pemerintahan yang terkenal adalah kerajaan (monarkhi) dan republik.
a. Kerajaan (Monarkhi)
Pemerintahan kerajaan (monarkhi) adalah suatu negara yang kepala negaranya jika laki-laki dipimpin oleh seorang raja, sultan atau kaisar; dan apabila kepala negaranya perempuan disebut ratu. Kepala negara diangkat dan dinobatkan secara turun temurun dengan memilih putra putri tertua (sesuai dengan budaya setempat) dari istri yang sah (permaisuri). Contohnya, Belanda, Inggris, Malaysia dan Saudi Arabia.
Pemerintahan kerajaan (monarkhi) ada tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1. Monarkhi mutlak ialah seluruh kekuasaan negara berada ditangan raja yang mempunyai kekuasaan dan wewenang yang tidak terbatas dan mutlak. Perintah raja merupakan Undang-Undang yang harus dilaksanakan. Kehendak negara adalah kehendak raja
2. Monarkhi konstitusional adalah suatu kerajaan dimana kekuasaan raja dibatasi oleh suatu Undang-Undang Dasar
3. Monarkhi parlementer, yaitu suatu kerajaan yang memiliki parlemen. Parlemen ini merupakan badan dimana para menteri, baik perseorangan maupun secara keseluruhan bertanggung jawab sepenuhnya dalam pemerintahan

b. Republik
Bentuk pemerintahan republik adalah suatu bentuk negara dimana kepala negaranya ialah seorang presiden.
Bentuk negara republik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu serikat dan kesatua. Seperti juga dalam negara kerajaan, negara republik juga dapat memiliki perdana menteri.
Negara dengan bentuk republik ini dapatdibagi menjadi sebagai berikut:
a. Republik mutlak (absolut)
b. Republik konstitusional
c. Republik parlementer
Seorang filosof klasik terkenal yang bernama Aristoteles, membagi negara menurut bentuk pemerintahannya sebagai berikut:
a. Monarkhi adalah pimpinan (pemerintah) tertinggi negara terletak ditangan satu orang (mono = satu, orchein = pemerintah)
b. Oligarki adalah pemerintah negara terletak ditangan beberapa orang (biasanya dari kalangan golongan feodal, golongan yang berkuasa).
c. Demokrasi adalah pemerintahan tertinggi negara terletak ditangan rakyat (demos = rakyat, kratos/cratein = pemerintahan)
TUJUAN DAN FUNGSI NEGARA

1. Tujuan Dan Fungsi Negara Secara Umum
a. Tujuan negara
Tujuan merupakan sasaran yang hendak dicapai dan ditetapkan terlebih dahulu untuk menunjukkan suasana ideal yang ingin dijelmakan dan sifatnya abstrak ideal. Fungsi menunjukkan usaha atau aktivitas untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai dan bersifat riil/konkret. Tetapi tujuan negara sering berbeda antar negara karena dipengaruhi oleh tata nilai sosial budaya, kondisi geografi, sejarah pembentukannya serta suasana politik dari peguasaan tersebut.
Beberapa pendapat ahli tentang tujuan negara antara lain sebagai berikut:
1. Plato, berpendapat bahwa negara bertujuan memajukan kesusilaan manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk individu
2. Roger F. Soultau, berpendapat bahwa tujuan negara untuk memunginkan rakyat berkembang dan menciptakan kreasinya sebebas-bebasnya
3. Harold J. Lakski, berpendapat bahwa tujuan negara untuk menciptakan keadaan dimana rakyat dapat mewujudkan keinginan-keinginan secara maksimal
Beberapa teori tentang tujuan negara adalah sebagai beikut:
1. Teori kekuasaan
Menurut Lord Shang Yang dalam buku A Classic of The Chinese School of Law, tujuan negara adalah kekuasaan sebesar-besarnya untuk membentuk kekuasaan dalam negara, pemerintah dan rakyat yang selalu berbanding terbalik, yaitu jika yang satu kuat yang lain harus lemah, jika pemerintah kuat maka negara akan aman, tetapi jika sebaliknya maka negara akan kacau, anarkis seeprti dalam pernyataannya “A weak people means a strong state and a strong state means a weak people therefore a country....”. Oleh karena itu, Shang Yang menganjurkan bahwa:
a. Negara harus berusaha mengumpulkan kekuatan/kekuasaan sebesar-besarnya
b. Menyiapkan militer yang kuat, disiplin dan berani menghadapi tantangan
c. Menghindarkan ten evils kebudayaan yaitu adat, musik, nyayian, riwayat, kebaikan, kesusilaan, hormat kepada orang tua, kewajiban bersaudara, kejujuran, sofisme.

2. Teori kekuasaan dan kejayaan bangsa
Niccolo Machiavellie dalam bukunya II Principle berpendapat bahwa tujuan negara adalah untuk memperoleh kekuasaan demi kehormatan dan kebahagiaan bangsa. Dalam teorinya, yaitu:
a. Pemerintah harus selalu berusaha tetap diatas segala aliran
b. Terhadap rakyat, penguasaan harus memiliki sifat seperti singa dan serigala, sebagai singa ia akan buas dan sebagai serigala ia akan licik kepada rakyatnya
c. Perlawanan terhadap pemerintah harus ditindak
d. Pemerintah harus melepaskan diri dari moral, kebudayaan, agama
e. Pemerintah boleh berbuat apa saja, asal untuk kepentingan negara (tujuan menghalalkan segala cara)

3. Teori perdamaian dunia
Dante Alleghiere dalam buku De Monarchia Libri III menyatakan bahwa tujuan negara ialah menciptakan perdamaian dunia. Caranya menciptakan perdamaian dunia sebagai berikut:
a. Dengan membuat Undang-Undang yang seragam bagi seluruh umat manusia
b. Negara-negara dunia dipegang oleh seorang monarkhi raja sehingga perdamaian dan keamanan dapat terjamin.
4. Teori Immanuel Kant
Tujuan negara adalah menegakkan hak dan kebebasan warga negaranya. Artinya, setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di muka hukum dan tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang oleh penguasa.

5. Teori kaum sosialis
Tujuan negara adalah memberikan kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan merata bagi setiap manusia. Caranya setiap warga negara memiliki mata pencaharian yang layak, persamaan hak asasi dan kemerdekaan yang tidak boleh dilanggar.

6. Teori kaum kapitalis
Tujuan negara adalah mencapai kebahagiaan warga negara sendiri sehingga kebahagiaan untuk semua tercapai. Prinsip dasar kaum kapitalis bahwa tiap-tiap orang lebih berbakti kepada masyarakat dan masing-masing mencoba mencapai tujuannya sendiri-sendiri.
Dalam peninjauan secara empiris dapat dilihat beberapa tujuan negara yaitu:
a. Semata-mata untuk kekuasaan
b. Untuk kekuasaan dan kemakmuran
c. Untuk keamanan dan ketertiban
d. Untuk kemerdekaan dan persamaan
e. Untuk kesejahteraan dan kebahagiaan

b. Fungsi negara
Pada abad keXVI di Prancis pernah diperkenalkan lima fungsi negara, yaitu:
1. Diplomatic (hubungan luar negeri)
2. Defencie (pertahanan)
3. Finantie (keuangan)
4. Justicie (hukum)
5. Policie (keamanan dan ketertiban)
Kelima fungsi tersebut tercermin dalam lima departemen. Kelima fungsi itu sesungguhnya belum merupakan fungsi yang hakiki karena baru dilihat dari satu sisi, yaitu orang yang memerintah.
Beberapa pendapat para ahli mengenai fungsi negara sebagai berikut:
1. John Locke membagi kekuasaan negara menjadi tiga dengan memerhatikan pihak yang memerintah dan yang diperintah, yaitu sebagai berikut:
a. Legislatif untuk membuat Undang-Undang
b. Eksekutif untuk melaksanakan Undang-Undang
c. Federatif untuk urusan luar negeri, perang dan damai
2. Montesqieu membagi fungsi negara menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
a. Legislatif membuat Undang-Undang
b. Eksekutif melaksanakan Undang-Undang
c. Yudikatif untuk mengawasi agar peraturan ditaati
Teori ini kemudian dikenal dengan Trias Politica.

2. Tujuan Dan Fungsi Negara Indonesia
a. Tujuan negara Indonesia
Mr. Supomo, salah satu tokoh pejuang kemerdekaan, meletakkan gagasannya sehingga menjadi dasar tujuan negara Indonesia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia IV, yaitu:
1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

b. Fungsi negara Indonesia
a. Menurut Charles E. Merriam, negara memiliki lima fungsi, yaitu:
1. Fungsi keamanan ekstern
2. Fungsi ketertiban intern
3. Fungsi keadilan
4. Fungsi kesejahteraan umum
5. Fungsi kebebasan

b. Jacopson dan Lipman menyebutkan bahwa negara memiliki tiga fungsi.
1. Fungsi esensial adalah fungsi yang diperlukan demi kelanjutan negara, yang meliputi berikut ini:
a. Pemeliharaan angkatan perang untuk pertahanan terhadap serangan dari luar atau menindas pergolakan dalam negeri
b. Pemeliharaan angkatan kepolisian untuk menindas kejahatan dan penjahat
c. Pemeliharaan pengadilan untuk mengadili pelanggaran hukum
d. Pengadaan sistem pemungutan pajak
e. Pengadaan hubungan dengan luar negeri
2. Fungsi jasa adalah seluruh aktivitas yang mungkin tidak akan ada jika diselenggarakan oleh negara yang meliputi pemeliharaan, fakir miskin, pembangunan jalan dan lain-lain
3. Fungsi perniagaan adalah fungsi yang meliputi jaminan sosial, pencegahan pengangguran, perlindungan deposito dan lain-lain

c. Montesquieu mengemukakan tiga fungsi negara:
1. Fungsi legislatif untuk membuat Undang-Undang
2. Fungsi eksekutif untuk melaksanakan Undang-Undang
3. Fungsi yudikatif untuk mengawasi peraturan agar ditaati
Ketiga fungsi diatas menurut Immanuel Kant disebut Trias Politika.

d. Prof. Padmo Wajyono, S.H mengemukakan bahwa negara Indonesia memiliki fungsi, yaitu:
1. Membuat UUD dan GBHN
2. Membentuk kelembagaan negara
3. Membuat Undang-Undang dan peraturan umum
4. Menentukan anggaran pendapatan dan belanja negara
5. Kehakiman
6. Pemerintahan (penyelenggaraan kemakmuran)
7. Pemeriksaan pertanggung jawaban keuangan negara
8. Pertimbangan
9. Perencanaan (kegiatan pembangunan negara)

3. Pengakuan Suatu Negara
Pengakuan keberadaan suatu negara dari negara lain bukan merupakan syarat mutlak berdirinya suatu negara. Hal tersebut hanya merupakan syarat deklaratif, artinya bersifat menerangkan tentang adanya suatu negara.
Ada dua pengakuan atas suatu negara, yaitu pengakuan de facto dan pengakuan de jure.

a. Pengakuan de facto
Pengakuan de facto, yaitu pengakuan atas fakta adanya negara. Pengakuan ini atas dasar realita suatu masyarakat politik tertentu telah memenui tiga unsur utama, yaitu:
a. Rakyat (bangsa)
b. Wilayah dan
c. Pemerintah yang berdaulat
Pengakuan de facto umumnya bersifat sementara. Apabila negara yang baru berdiri tersebut dalam kehidupan selanjutnyabisa menunjukkan kewajiban sebagai masyarakat internasional sesuai ketentuan hukum dan kebiasaan internasional maka pengakuan de facto akandiikuti pengakuan de jure.
b. Pengakuan de jure
Pengakuan de jure adalah pengakuan akan sahnya suatu negara berdasarkan pertimbangan yuridis menurut hukum. Dengan mendapat pengauan de jure suatu negara menerima hak dan kewajibannya sebagai masyarakat internasional, artinya ia diakui sebagai negara yang berdaulat penuh dan diperlakukan sama dengan negara-negara yang lain.
Jika kita kaji lebih dalam, pengakuan suatu negara terhadap negara lain itu mempunyai peranan penting, yaitu sebagai berikut:
a. Sebagai persyaratan (deklaratif) untuk negara itu merdeka, baik secara de facto maupun secara de jure
b. Agar mendapat pengakuan dalam melaksanakan tata hubungan internasional
c. Untuk mendapatkan pengakuanakan hak dan kewajiban sebagai negara
d. Agar dapat melaksanakan hubungan dan kerja sama di berbagai bidang
e. Untuk menjaga kelangsungan hidup negara sebagai subjek hukum internasional

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

A. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM
Pemikiran ekonomi Islam diawali sejak Muhammad saw dipilih sebagai seorang Rasul (utusan Allah). Rasulullah saw mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kemasyarakatan, selain masalah hukum (fiqh’), politik (siyasah), juga masalah perniagaan atau ekonomi (muamalah). Masalah-masalah ekonomi umat menjadi perhatian Rasulullah saw, karena masalah ekonomi merupakan pilar penyangga keimanan yang haru diperhatikan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, “kemiskinan membawa orang kepada kekafiran”. Maka upaya mengentas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan-kebijakan sosial yang dikeluarkan Rasulullah saw.

B. PEMIKIRAN BEBERAPA EKONOMI ISLAM
1. Zayd bin Ali (699-738 M)
Cucu Imam Ali adalah salah satu ahli fiqh yang terkenal di Madina. Beberapa pandangan dan pengetahuannya tentang isu-isu ekonomi dipaparkan oleh Abu Zahra bin Ali membolehkan penjualan komoditi secara kredit dengan harga yang lebih tinggi dari harga tunai. Zayd tidak membolehkan harga yang ditangguhkan pembayarannya lebih tinggi dari pembayaran tunai, sebagaimana halnya penambahan pembayaran dalam penundaan pengembalian pinjaman. Setiap penambahan terhadap penundaan pembayaran adalah riba.
2. Abu Hanifa (80-150H/699-767 M)
Abu Hanifa Al-Nu’man ibn Sabit bin Zauti, ahli hukum agama Islam dilahirkan di Kufa pada 699 M semasa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan. Ia seorang non – Arab keturunan Persia. Kakeknya Zauti, mengenalkan Sabit kepada Sayyidina Ali. Abu Hanifa mengalami pemerintahan sepuluh khalifah Umayyah, termasuk Umar bin Abdul Aziz yang bertahta ketika Abu Hanifa baru berusia 18 tahun. Abu Hanifa juga melihat kedua khalifah Abbasiyah, Saffah dan